Jawaban dari "Tuliskan pembagian zaman berdasrakan tingkat pengetahuan atau perdaban manusia purba"

Diposting pada

Jika kamu sedang melihat jawaban atas soal Tuliskan pembagian zaman berdasrakan tingkat pengetahuan atau perdaban manusia purba kamu berada di halaman yang benar.
Kami punya 2 jawaban mengenai Tuliskan pembagian zaman berdasrakan tingkat pengetahuan atau perdaban manusia purba. Silakan lihat jawaban selanjutnya disini:

Tuliskan Pembagian Zaman Berdasrakan Tingkat Pengetahuan Atau Perdaban Manusia Purba

Jawaban: #1:

Jawaban:

Pembagian zaman tersebut adalah, sebagai berikut:

1.Zaman batu

Zaman batu terdiri zaman batu tua (paleolitikum), zaman batu madya (mesolitikum), dan zaman batu muda (neolitikum).

A.Zaman Batu Tua (Paleolitikum)

Ciri khas: alat masih kasar, hidup berkelompok kecil dan berpindah (nomaden), mengumpulkan makanan (food gathering).

Manusia pendukung: Pithecantropus Erectus, Homo Soloensis, Homo Wajakensis.

Peninggalan kebudayaan: kapak genggam atau perimbas (chooper), kapak penetak, alat – alat dari batu (flakes), alat tulang.

B.Zaman Batu Madya (Mesolitikum)

Ciri khas: alas lebih halus, sudah mulai menentap, tinggal di goa, kebudayaan bescon hoabin.

Manusia pendukung: Sakai, Atca, Aborigin, Semang.

Peninggalan kebudayaan: kapak batu (pebble), alat – alat tulang, flake (serpihan), kjokenmoddinger, lesung, gerabah, dan periuk.

C.Zaman Batu Baru (Neolitikum)

Ciri khas: sudah menetap (sedenter), menghasilkan makanan dengan bercocok tanam dan beternak (food producing), alat lebih halus dan bentuknya lebih rapi.

Peninggalan kebudayaan: kapak persegi (di temukan di daerah Sumatera, Jawa Barat, dan Jawa Tengah), kapak lonjong (irian), pacul, beliung, tarah, tembikar, walsen beil (kapak lonjong besar).

D.Zaman Batu Besar (Megalitikum)

Ciri khas: menghasilkan bangunan batu yang besar, tradisi religi berkembang besar.

Peninggalan kebudayaan: Menhir (tugu pemuja arwah), dolmen (meja sajen), sarcopagus (peti batu), waruga (kubur batu berbentuk kubus), punden berundak, dan arca.

2.Zaman Logam

Zaman logam terdiri dari tembaga, perunggu, dan besi.

a.Tembaga

Ciri khas: sudah dapat mengolah tembaga, zaman ini tidak dilalui prasejarah Indonesia.

Peninggalan kebudayaan: tidak ada

b.Perunggu

Ciri khas: Kebudayaan Dongson, bisa mengolah campuran tembaga dan timah menjadi perunggu, mencetak peralatan logam denga cetak lilin dan setangkap.

Peninggalan kebudayaan: kapak corong (kapak sepatu), nekara (berfungsi sebagai dandang dan upacara), Moko (nekara yang tinggi), bejana perunggu, perhiasan.

c.Besi

Ciri khas: sudah bisa melebur besi

Peninggalan kebudayaan: mata kapak, mata tombak, dan pisau.

Jawaban: #2:

Jawaban:

Zaman Paleolitikum (Zaman Batu Tua)

Pada zaman ini, manusia prasejarah memiliki corak berburu dan meramu. Kegiatan berburu dilakukan untuk mendapatkan bahan makanan yang dilakukan dengan memburu binatang, memasang perangkap, dan menjeratnya. Sementara itu, meramu dilakukan untuk mendapatkan bahan makanan dengan mengumpulkan tumbuhan langsung dari alam. Tahap berburu dan meramu tingkat awal berlangsung sejak 2 juta hingga 10.000 tahun lalu (zaman pleistosen). Pada masa ini, manusia purba yang hidup adalah macam-macam Homo, yakni jenis Homo sapiens dan Homo erectus. Manusia purba hanya tinggal mengambilnya dari alam untuk mendapatkan makanan.
Caranya yakni dengan berburu dan mengumpulkan bahan makanan dari tumbuh-tumbuhan, sehingga mereka biasanya memilih kawasan padang rumput. Kawasan tersebut memiliki semak belukar dan hutan kecil disekitarnya atau dekat dengan sumber air, sungai, danau, dan rawa. Pada tahap ini, Homo erectus dan Homo wajakensis tinggal di gua-gua yang relatif aman dan sudah dalam kondisi siap pakai. Gua-gua tersebut digunakan sebagai tempat istirahat sementara saat haru mencari makan karena berpindah tempat. Mereka hidup membentuk kelompok kecil yang terdiri dari 20 – 30 orang.
Demi mendukung kehidupannya, manusia purba pada zaman ini membuat peralatan dari batu, kayu, tulang ikan, dan tanduk

Zaman Mesolitikum (Zaman Batu Tengah)

Pada zaman mesolitikum, corak kehidupannya didominasi oleh corak hidup berburu dan meramu. Setelah hampir ribuan tahun berburu dan meramu (dari 1.900.000 – 4.500 tahun yang lalu), manusia mulai mempunyai kepandaian dalam mengolah tanah dengan menanam keladi. Kemampuan berburunya sudah meningkat dengan menggunakan perangkap jerat, mata panah, dan busur. Nama manusia purba di Indonesia yang hidup pada zaman ini adalah jenis Australomelanesid dan sedikit jenis Mongoloid yang menempati wilayah Sulawesi Selatan. Mereka hidup di gua-gua alam dan gua payung (abis sous roche)yang tidak jauh dari sumber air, danau, sungai yang kaya ikan, kerang, dan siput.
Selain itu, mereka juga tinggal di tepi pantai atau muara sungai dengan membangun pemukiman berupa rumah panggung. Hal ini berdasarkan temuan bukit remis (kyokken modinger) di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatra Utara. Pada zaman ini sudah mulai dikenal kepercayaan tentang hidup sesudah mati dan kesenian. Alat bantu yang digunakan masih menggunakan bahan batu, kayu, dan tulang.

Zaman Neolitikum (Zaman Batu Muda)

Masa holosen menggantikan masa pleistosen yang ditandai dengan naiknya permukaan air laut, sehingga darat menyempit dan iklim menjadi lebih panas (kering). Wilayah perburuan menyempit seiring dengan pertumbuhan manusia purba di bumi. Manusia purba pada zaman ini berusaha untuk menghasilkan makanannya sendiri. Mereka membudidayakan tanaman dan berternak. Pada zaman ini manusia purba telah mengalami peningkatan yakni dari pengumpul makanan (food gahterer) menjadi penghasil makanan (food producer).Pada tahun 1500 SM, jenis manusia Malayan mongolid atau juga Melayu austronesia yang berasal dari Kawasan Yunan (Cina Selatan) bermigrasi ke Kepulauan Nusantara. Jenis manusia Malayan mongolid mendominasi wilayah bagian barat Indonesia. Sementara itu, Australomelanesid tergeser ke arah timur. Melayu austronesia datang membawa kepandaian bercocok tanam di ladang dan berternak. Demi mendukung aktivitas berladang dan berternaknya, manusia pada zaman ini mampu membuat alat-alat seperti gerabah, anyaman, pakaian, dan juga perahu.

Zaman Megalitikum (Zaman Batu Besar)

Berdasarkan temuan arkeologis, zaman megalitikum diperkirakan berkembang sejak zaman neolitikum hingga zaman logam. Manusia purba pada zaman ini sudah menciptakan bangunan-bangunan besar yang terbuat dari batu. Bangunan-bangunan tersebut atau fungsi artefak pada zaman ini berkaitan dengan sistem kepercayaan, seperti dolmen, menhir, sarkofagus, punden berundak, kubur batu, dan arca batu.

Zaman Logam

Pada zaman ini alat-alat yang terbuat dari batu dianggap tidak efektif lagi untuk menunjang kehidupan sehari-hari dan secara bertahap ditinggalkan. Manusia purba pada zaman ini membuat alat yang terbuat dari logam, sebagai hasil dari proses belajar beribu-ribu tahun.

Corak kehidupannya banyak dipengaruhi oleh pendatang Melayu austronesia yang berasal dari Dong Son. Peninggalan atau artefak di Indonesia yang ditemukan adalah nekara, kapak corong, arca perunggu, bejana perunggu, perhiasan dan senjata. Inilah penjelasan mengenai pembagian prasejarah Indonesia berdasarkan arkeologinya. Semoga bermanfaat.

Penjelasan:

www.ohmygundam.com.my

exia daban avalanche

New Arrival DABAN 8808 Gundam model MG 1/100 GN 001/HS A01 Avalanche

www.aliexpress.com

exia avalanche gundam mg daban gn a01 arrival hs mobile toys

Daban PG Avalanche Exia. Didnt put on the dash parts as it reduced the

www.reddit.com

avalanche exia daban

DB > No.00 PG Exia / Avalanche Exia / R3 – Samueldecal & Hobby

samueldecal.com

exia gundam daban

1/100 MG Avalanche Exia (Daban) Review Part 1 - YouTube

www.youtube.com

exia avalanche mg

Db > no.00 pg exia / avalanche exia / r3 – samueldecal & hobby. Avalanche exia daban. 1/100 mg avalanche exia (daban) review part 1